Harga Emas Turun Drastis Ke Bawah Ambang 1300 | PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Dolar AS memukul jatuh harga emas ke bawah level 1,300, setelah berjuang mempertahankan level tersebut selama lima pekan lamanya. Menguatnya Dolar AS yang mengabaikan lemahnya rilis data ekonomi AS hari ini, disebabkan oleh kembali bangkitnya kekhawatiran akibat perang dagang AS-China. Di sesi perdagangan Sabtu (02/Maret) dini hari, XAU/USD dalam time frame harian jatuh 1.65 persen ke 1,291.28.

emas

 

Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman April jeblok 1.3 persen ke $1,299.20 per ounce. Sedangkan harga emas spot–yang merefleksikan perdagangan emas bulion fisik–turun 1.5 persen 1,293.01 per ounce saat berita ini ditulis.

Solusi Negosiasi AS-China Tak Semulus Ekspektasi

Selama negosiasi perdagangan AS-China berlangsung, Dolar AS dipandang sebagai safe haven yang lebih menjanjikan ketimbang emas. Artinya, apabila kesepakatan menemui hambatan, maka Dolar AS akan menguat terhadap emas, begitu pula sebaliknya.

Baru-baru ini, muncul kabar dari Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, yang mengatakan bahwa ia mengakui adanya masalah dalam pemerintahan Trump untuk menyepakati bea impor China. Akibatnya, harga emas pun langsung terpukul jatuh; tak tanggung-tanggung hingga ke bawah level psikologis 1,300.

Kemerosotan harga emas tersebut sangat mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, hari ini juga tengah terjadi pembelian bulion secara besar-besaran oleh sejumlah bank sentral, sehubungan dengan memburuknya isu Brexit dan pelambatan pertumbuhan ekonomi global.

 

Level Emas Saat Ini Sudah Oversold

Kendati demikian, analis komoditas memperkirakan bahwa harga emas tak akan lebih rendah lagi karena harga sudah oversold. “Saya rasa aksi jual ini sudah terlalu matang dan saya perkirakan akan segera kehabisan daya, sehingga harga emas akan pulih,” kata Walter Pehowich, Executive Vice President di Dillon Gage Metals, Texas.

 

“Bagi para penggila emas yang menggunakan Dollar Cost Averaging untuk bermain di pasar emas, penurunan ini hanyalah sebuah peluang untuk mengambil untung dari barang yang masih punya potensi naik harga,” tambah Pehowich.

Lebih lanjut, Walter Pehowich juga berujar, “Utang global yang signfikan, polemik perdagangan, penghentian kenaikan suku bunga The Fed, dan perlambatan ekonomi global masih akan menjadi penolong harga emas dalam jangka panjang.” 

 

Pergerakan Emas (Real Time)

 

Sumber: seputarforex,

PT Rifan Financindo