Jasa Utak-atik Kata Berbuah Rupiah | PT Rifan FInancindo

PT Rifan Financindo –¬†¬†Bisnis merangkai kata baru-baru ini muncul di Indonesia yang dibangun oleh salah satu public figure, Zarry Hendrik. Bisnis ini pada awalnya tenar di media sosial Twitter dan menular hingga ke Instagram.

Bisnis kreatif ini pun langsung ‘booming’ dan menarik minat berbagai kalangan. Bahkan, banyak yang tidak percaya bahwa ada bisnis pembuat caption dan menganggap hal tersebut sebagai gurauan di media sosial.

Saat ini Google tidak lagi menjadi pilihan, sebab banyak quotes yang sudah sering dipakai sebagai caption. Hal yang lebih eksklusif seperti jasa rangkai kata pun menjadi sebuah solusi untuk permasalahan tersebut.

Apa sih bisnis jasa rangkai kata itu? Berapa harga yang ditawarkan? Apa alasan konsumen menggunakan jasa ini? Simak selengkapnya di sini:

Zarry Hendrik atau yang juga akrab dipanggil Bang Jep ini menjelaskan bahwa bisnis yang sedang digelutinya ini memberikan jasa pembuatan caption ataupun pesan untuk diunggah di sosial media. Bisnis ini terbilang baru, karena menurut penuturan Zarry dia memulai jasa rangkai kata ini sekitar sebulan yang lalu tepatnya pada Desember 2018.

“Bisnis ini kurang lebihnya adalah jasa rangkai kata, copywriting. Nah yang (membuat) ramai kemarin itu karena saya menjual sesuatu yang sifatnya personal usage (kebutuhan pribadi) yang sebelumnya sepertinya belum ada, kalau komersil kan banyak kaya buat brand atau yang lain,” ungkap Zarry saat berbincang dengan detikFinance lewat sambungan telepon, Rabu (9/1/2019).

Zarry mengaku, awalnya dia hanya membuka pesanan untuk membuat caption alias keterangan foto di Instagram. Namun, dia bercerita kini pesanan yang masuk bukan hanya caption melainkan permintaan untuk merangkaikan kata untuk pesan pribadi.

“Nah jasa ini berkembang jadi message (pesan pribadi) yang awalnya cuma caption, jadi bisa dikirim via whatsapp, email, dan lainnya. Justru pas booming awal emang caption, tapi yang banyak ini sekarang malah orderan untuk pesanan pesan pribadi,” ungkap Zarry.

Menurut pengakuan Zarry, dia memberikan rentang harga Rp 50 hingga Rp 500 ribu per satu rangkaian kata baik caption maupun pesan pribadi. Harga tersebut masih bisa disesuaikan dengan permintaan dari kliennya.

“Harga normal reguler caption itu Rp 50 ribu buat personal. Nah kalau yang paket kilat-kilat itu bisa sampai di atas Rp 50 ribu, saya patokin bikin caption itu 7 hari harga normal, minta 3 hari harga sudah beda (makin mahal), nah besoknya jadi apalagi, hari ini jadi waduh apalagi tuh,” ungkap Zarry kepada detikFinance, Rabu (9/1/2019).

Menurut Zarry harga yang dipatok ini sudah sepadan dengan hasil yang dia berikan dia kepada kliennya. Dia juga mengatakan hingga kini belum ada keluhan mengenai harga.

“Ini sepadan sih, mungkin ada juga yang i don’t know memang paham bikin ini nggak mudah butuh waktu butuh kopi butuh inspirasi butuh yang lain. Kadang ya saya yang nawar biar nggak mahal-mahal, karena ya mungkin mereka sudah terlalu urgent keperluannya, mungkin memang crazy rich netizen” kata Zarry.

Bermodalkan kreativitasnya Zarry berhasil raup pundi-pundi rupiah dari hanya merangkaikan kata untuk orang lain. Saking menjanjikannya, dia mengatakan hingga kini sudah memiliki pemasukan sebesar Rp 40 juta dari jasa merangkai katanya.

“Sebulan ya bisa 40-an lah. 40 juta itu sih pemasukan belum bersih ya saya itung kasar aja,” katanya.

Zarry juga mengatakan dirinya membuka permintaan merangkai kata untuk kebutuhan komersil, dia mematok harga Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per pesanan. Menurutnya, untuk kebutuhan komersil memang lebih menguntungkan.

“Kaya buat brand, online shop, ada brand yang rada besar gitu, event juga, sampai ada yang menawarkan bulanan gitu buat isi akun instagramnya. Yang menarik dari kaca mata rupiah memang komersil karena harganya kan lebih mahal dari brand, cuma yang menyenangkan ya bikin yang personal,” kata Zarry.

Bisnis merangkai kata baru-baru ini muncul di Indonesia. Peminatnya pun berasal dari berbagai ragam profesi, mulai dari wiraswasta hingga pengusaha.

Bisnis kreatif ini pun langsung ‘booming’ di media sosial twitter, bahkan hingga menarik minat dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Rerra (31) yang bekerja sebagai pegawai swasta.

“Aku wiraswasta di Tangerang Selatan,” ujarnya kepada detikFinance, Senin (7/1/2019).

Bukan hanya dari kalangan pegawai swasta, bahkan tenaga administrasi di sekolah juga menggunakan bisnis tersebut. Salah satunya adalah Nurul Vatimah (24) yang berlokasi di Jakarta.

“Aku di Tata Usaha (sekolah), iya di Jakarta,” jelasnya kepada detikFinance, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, pengusaha asal Kalimantan Albert (26), juga ikut meramaikan pemesanan jasa bisnis rangkai kata.

“Saya punya usaha sendiri, pengusaha gitu, saya di Kalimantan,” ungkap dia

Sumber: News.detik

PT RIfan Financindo